Postingan

Gambar
MAKALAH “RANGKUMAN PEMBELAJARAN MINGGU KEEMPATBELAS” MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DOSEN MATA KULIAH : BAGUS NURCAHYO   DISUSUN OLEH : ANNISA LAVIOLA CEMPAKA (20217837)   KELAS 4EB08 FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI UNIVERSITAS GUNADARMA           Rangkuman Manajemen Sumber Daya Manusia Pemutusan Hubungan Kerja 1.       Pengertian Pemutusan Hubungan Kerja Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau turnover dalam sebuah teori manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) adalah suatu pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh pengusaha/majikan kepada pekerja/buruh yang disebabkan oleh suatu hal tertentu yang menyebabkan hubungan kerja tersebut berakhir. 2.       Arti dan Sebab-sebab PHK Berakhirnya perjanjian kerja atau kontrak karyawan telah diatur dalam Pasal 61 ayat (1) Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UU Ketenagakerjaan). Di mana, terdapat beberapa hal yang menyebabkan perjanjian kerja berakhir yaitu: a.        Karyawan a
Gambar
  MAKALAH “RANGKUMAN PEMBELAJARAN MINGGU KETIGABELAS” MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA   DOSEN MATA KULIAH : BAGUS NURCAHYO   DISUSUN OLEH : ANNISA LAVIOLA CEMPAKA (20217837)   KELAS 4EB08 FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI UNIVERSITAS GUNADARMA     Hubungan Serikat Karyawan Manajemen LANDASAN PERTIMBANGAN PEMBENTUKAN SERIKAT KARYAWAN Serikat pekerja (serikat pekerja) adalah organisasi pekerja yang didirikan untuk mempromosikan atau mengungkapkan pendapat melalui kegiatan kolektif anggotanya, dan untuk melindungi dan meningkatkan kepentingan sosial, ekonomi dan politik anggotanya Anggaran dasar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit memuat: ·          Nama dan lambang. ·          Landasan, prinsip dan tujuan negara. ·          Tanggal pendirian. ·          Tempat tinggal. ·          Keanggotaan dan manajemen. ·          Sumber daya keuangan dan akuntabilitas dan ·          Mengubah anggaran dasar dan / atau peraturan perusahaa

Kepuasan Kerja

  Kepuasan Kerja Kepuasan kerja atau kepuasan karyawan adalah ukuran dari tingkat kepuasan pekerja dengan jenis pekerjaan mereka yang berkaitan dengan sifat dari tugas pekerjaannya, hasil kerja yang dicapai, bentuk pengawasan yang diperoleh maupun rasa lega dan menyukai terhadap pekerjaan yang ditekuninya. Menurut Jewell dan Siegall 1998 (dalam Prestawan 2010) beberapa aspek dalam mengukur kepuasaan kerja: 1.       Aspek psikologis, berhubungan dengan kejiwaan karyawan meliputi minat, ketentraman kerja, sikap terhadap kerja, bakat dan ketrampilan. 2.       Aspek fisik, berhubungan dengan kondisi fisik lingkungan kerja dan kondisi fisik karyawan, meliputi jenis pekerjaan, pengaturan waktu kerja, pengaturan waktu istirahat, keadaan ruangan, suhu udara, penerangan, pertukaran udara, kondisi kesehatan karyawan dan umur. 3.       Aspek sosial, berhubungan dengan interaksi sosial, baik antar sesama karyawan dengan atasan maupun antar karyawan yang berbeda jenis kerjanya serta hubun

Pemberian Kompensasi

  Pemberian Kompensasi 1.       Pengertian dan Faktor-Faktor yang mempengaruhi Kompensasi Kompensasi adalah semua pendapatan dan imbalan berbentuk uang ataupun barang yang diterima karyawan melalui hubungan kepegawaian dalam suatu organisasi sebagai pengganti jasa yang telah diberikan guna mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Kompensasi merupakan segala sesuatu yang diterima oleh karyawan, baik langsung maupun tidak langsung, baik berupa gaji, upah, insentif, tunjangan dan lain sebagainya, sebagai sebuah bentuk imbalan balas budi oleh perusahaan atas jasa atau pekerjaan yang telah dilakukannya. Faktor–Faktor yang mempengaruhi Kompensasi Menurut Hasibuan (2012), faktor-faktor yang mempengaruhi kompensasi adalah sebagai berikut:  a.        Penawaran dan permintaan tenaga kerja. b.       Kemampuan dan kesediaan perusahaan. c.        Serikat buruh/ organisasi karyawan. d.       Produktivitas kerja karyawan. e.        Pemerintah dengan Undang-Undang dan Kepres